Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, May 18, 2010

Saatnya Mencegah Kanker Serviks


Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang sudah tak asing lagi ditelinga. Berbagai jenis kasus baru ditemukan, namun jenis kasus Kanker manakah yang paling tinggi prevalensinya, khususnya di kalangan perempuan? Dan bagaimanakah cara untuk mencegahnya? Belakangan ini mulai marak terdengar berita-berita mengenai kenker serviks. Apakah sebenarnya kanker serviks? Seberapa seringkah kanker serviks terjadi pada perempuan Indonesia?

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks merupakan bagian rahim yang berhubungan dengan vagina. Kanker serviks merupakan kanker nomor dua yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Dan juga merupakan kanker kedua yang paling sering menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kenker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks.

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Penyebab dari kanker ini adalah virus yang dikenal sebagai Human papilloma virus (HPV), yaitu sejenis virus yang menyerang manusia. Terdapat 100 tipe HPV di mana sebagian besar tidak bahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra kanker. Tipe HPV yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tapi dapat menimbulkan genital warts (penyakit kutil kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya system kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kenker serviks. Dan dapat berkembang tanpa terkontrol dan dapat menjadi tumor.

Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual. HPV dapat menginfeksi semua orang karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Wanita yang berhubungan seksual dibawah usia 20 tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena infeksi. Namun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia pada satu pasangan saja.

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu pencegahan kanker serviks.

Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/



Friday, December 11, 2009

Bagaimana Menentukan Masa Subur?

Penyusun: Ummu Salamah

Masa subur adalah suatu masa dalam siklus menstruasi perempuan dimana terdapat sel telur yang matang yang siap dibuahi, sehingga bila perempuan tersebut melakukan hubungan seksual maka dimungkinkan terjadi kehamilan.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu esterogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti:

  1. Perubahan suhu basal tubuh.
  2. Perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks).
  3. Perubahan pada serviks.
  4. Panjangnya siklus menstruasi (metode kalender).
  5. Indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.

Ukhtiy harus tahu!

seorang laki-laki selalu dalam keadaan subur, sedangkan kesuburan perempuan terjadi dalam suatu siklus.

Melalui pengalaman, fase subur dan fase tidak subur dalam siklus menstruasi dapat dinilai secara akurat dan pengetahuan ini dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan dan menghindari kehamilan. Metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan pendekatan berbagai indikator biasanya perubahan suhu yang dikombinasikan dengan perubahan lendir serviks. Indikator-indikator ini secara ilmiah telah terbukti merefleksikan perubahan hormonal dan status kesuburan secara akurat.

Selain suhu dan perubahan lendir serviks, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui masa subur wanita, yaitu: indikator perubahan pada serviks, Metode Kalender, dan Indikator Minor Kesuburan.

Dengan mengetahui masa subur, ini akan bermanfaat bagi pasangan yang bermasalah dalam mendapatkan keturunan, yaitu dengan cara:

  1. Menilai kejadian dan waktu terjadinya ovulasi.
  2. Memprediksikan hari-hari subur yang maksimum.
  3. Mengoptimalkan waktu untuk melakukan hubungan seksual untuk mendapatkan kehamilan.
  4. Membantu mengindentifikasi sebagian masalah infertilitas.

Dalam kesempatan ini, kita hanya akan membahas cara menentukan masa subur melalui perubahan lendir serviks.

Perubahan lendir serviks dapat diamati melalui vulva (alat kelamin luar) dan dicatat setiap hari. Perubahan lendir dapat juga diamati pada serviks dimana lendir tersebut akan muncul sehari sebelum muncul di vulva. Perubahan ini mungkin dikaburkan dengan adanya cairan sperma, spermisida atau infeksi vagina.

Lendir serviks ini dapat dikenali dengan rasa/sensasi, penampakan, dan tes dengan jari tangan.

Sensasi

Sensasi sangat penting dan sering merupakan hal tersulit untuk dipelajari. Ada atau tidaknya lendir dikenali dengan sensasi pada vulva. Sensasi mungkin merupakan rasa yang jelas tentang kering, lembab, lengket, basah, licin, atau lubrikasi.

Penampakan

Kertas tisu putih dan lembut diusapkan pada vulva. Tisu akan basah dan bila ada lendir serviks, lendir akan terlihat menggumpal pada tisu. Warna lendir dicatat, mungkin berwarna putih, krem, buram, atau transparan. Lendir sering terlihat pula pada celana dalam, dalam kondisi kering sehingga karakteristiknya telah berubah

Tes Jari

Tes ini dapat dilakukan pada lendir yang terdapat di atas tisu dengan cara mengambil lendir tersebut dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Dengan perlahan, jari telunjuk ditarik, untuk melihat elastisitas lendir. Lendir mungkin elastis, atau mudah pecah, atau lembut, licin seperti putih telur yang mentah. Elastisitas ini dikenal dengan nama efek Spin dan menunjukkan bahwa lendir subur.

:: TES 1

Sensasi pada vulva: Lembab atau lengket.

Tes dengan jari:

Penampakan: Lendir awal sedikit tebal, putih lengket, dan cenderung berbentuk tetap.

:: TES 2

Sensasi pada vulva: Basah

Tes dengan jari:

Penampakan: Lendir pada masa transisi jumlahnya meningkat, lebih tipis, berawan, dan sedikit elastis.

:: TES 3

Sensasi pada vulva: Licin

Tes dengan jari:

Penampakan: Lendir dengan kesuburan tinggi jumlah banyak, tipis, transparan, elastis (seperti putih telur yang mentah).

Pada pemeriksaan lendir serviks ini ada beberapa yang harus diingat:

  1. Jumlah dan kualitas lendir bervariasi pada seorang perempuan dengan perempuan lain dan pada satu siklus dengan siklus yang lain.
  2. Setiap perubahan sensasi dan bahkan pada sejumlah kecil lendir harus diperhatikan.
  3. Jika menemukan kesulitan dalam mendeteksi lendir dari luar, kadang-kadang lebih mudah dikenali setelah berolahraga atau setelah buang air besar.
  4. Kegel (gerakan mengerutkan otot panggul bagian bawah seperti menahan kencing) juga kadang membantu pengeluaran lendir.

Supaya lebih mudah memahami artikel ini, sebaiknya Ukhtiy membaca artikel sebelumnya yang berjudul “Lebih Dekat dengan ‘Tamu Bulanan’” karena pada artikel tersebut ada penjelasan lebih jauh tentang ovulasi dan siklus menstruasi yang berkaitan erat dengan masa subur wanita.

Maroji’: www.MER-C.com

***

Artikel www.muslimah.or.id

Saturday, June 20, 2009

Masak Tanpa MSG??… Siapa Takut!!!

Tentunya para wanita (buat pria jg gapapa deh) yang terbiasa nongkrong di dapur ga asing dengan nama ini, MSG! Yup, MSG ato yang kalo dipanjangin jadi eeeeeemmmmmm-eeeeeeessssssss-ggggggeeeeeee…hehe, becanda! Maksudnya Monosodium Glutamat, ini udah biasa kita sanding tiap masak masakan apapun, bahkan mungkin bagi sebagian wanita MSG kudu alias wajib bin fardu ‘ain (hehe) untuk ditambahkan pada setiap masakannya. Ibarat tanpa MSG, dunia eh masakan terasa hambar…

Nah lho..emang kenapa si dengan MSG ato yang biasa ibu-ibu bilang bumbu penyedap??
Dari namanya aja yang kimiawi banget udah tentu mencurigakan buat tubuh kita. Karena semua bahan yang kimiawi begitu masuk tubuh kita maka akan menjadi toksin yang sulit dikeluarkan dan jika sudah terakumulasi dalam tubuh dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan penyakit yang berbahaya. Sebut aja kanker, tumor, dibetes, dll. Hiiiiyyh..!

Simak aja penuturan salah seorang peneliti ini: “Pada studi dengan manusia, MSG secara langsung menstimulasi pankreas untuk bekerja tiga kali lebih keras dalam memproduksi insulin. Kadar insulin yang berlebihan dan tak wajar ini langsung beredar ke darah, mengikat gula dan mengubahnya menjadi lemak. Beberapa jam setelah Anda mengonsumsi MSG, kelebihan insulin (yang diakibatkan MSG) akan mengakibatkan pengurangan gula darah secara drastis sehingga mengakibatkan Anda merasa lelah, lemas, dan bahkan lapar lagi. Pada percobaan dengan hewan, kelebihan insulin ini mengakibatkan hiperinsulinemia : overproduksi insulin dalam waktu berkepanjangan. Pankreas menjadi hilang kendali sehingga tubuh memproduksi sel-sel T untuk mematikannya.”

Makanya, gak heran kan kalo kita ngerasa keenakan saat makan masakan yang diberi MSG. Rasanya sedap banget ‘n bikin pengen nambah terus. Jadi seperti “kecanduan”… Begitu juga pada kebanyakan junk food (makanan siap saji) yang sering kita konsumsi. Kita rasanya “ketagihan” terus… Bahkan ada yang bilang pemberian MSG pada junk food merupakan bentuk kapitalis industri pangan. Menurut Glutamate Association di Amerika Serikat, sederhana saja alasan penambahan MSG ini pada makanan : studi telah menunjukkan bahwa menambahkan MSG pada beberapa makanan tertentu, seperti sup atau kentang halus, mengakibatkan orang “ketagihan” dan dengan demikian meningkatkan jumlah konsumsinya terhadap makanan tersebut. Peningkatan konsumsi berarti peningkatan jumlah pembelian, dan keuntungan bagi perusahaan.

Glutamat adalah asam amino yang dapat merangsang hampir setiap organ tubuh, terutama otak. Glutamat secara alami terdapat dalam jumlah hanya sekian milligram pada beberapa produk pertanian. Namun sekarang dapat kita peroleh dengan mudah secara sintetis dalam jumlah bergram-gram. Terlalu banyak glutamat dalam otak dapat menstimulasi berlebihan saraf-saraf di sana, mengakibatkan saraf-saraf tersebut mati. Banyak orang yang menderita sakit kepala kronis atau migrain kronis akibat mengonsumsi terlalu banyak MSG.
Hal tersebut di atas sangat mungkin terjadi pada orang dewasa. Lalu bagaimana dengan anak-anak dan bahkan janin????!!!

John Erb, penulis buku The Slow Poisoning of America, menyatakan hipotesisnya mengenai akibat terlalu banyak MSG pada janin ketika ia diundang untuk mengikuti Konferensi Defeat Autism Now di Washington DC. Ia melaporkan bahwa MSG dapat berdampak pada janin sebelum usia janin itu mencapai sebulan. Hal ini karena saat itu barrier plasenta belum terbentuk sempurna dan akhirnya embrio menerima seluruh zat kimia yang dikonsumsi ibunya melalui peredaran darah. Pada bulan pertama ini otak sedang terbentuk dan glutamat dapat memicunya menderita ADHD (hiperaktivitas) atau yang terburuk, autisme. Walau hal ini kemudian disepakati para ahli pada konferensi itu, namun masih sebatas hipotesis dan memerlukan studi lebih lanjut.

Ada pengalaman dari guru SD-ku dahulu, beliau bercerita bahwa dirinya pernah iseng menyiram tanamannya dengan MSG yang telah dilarutkan air. Lalu dalam waktu hanya beberapa hari, tanaman itu bisa tumbuh dua kali lipat lebih besar dari tanaman yang tidak diberi larutan MSG. Hal ini juga bisa diambil hipotesis bahwa MSG mampu menumbuhkan atau merangsang pertumbuhan sel secara abnormal. Makanya gak heran juga banyak orang yang terbiasa makan makanan yang mengandung MSG dapat terserang penyakit tumor atau kanker (bukan kantong kering lo ya…!)

Nah, masih mau masak dengan MSG??! Semua itu barulah secuil dari efek samping MSG yang telah banyak diketahui dan dilakukan penelitiannya. Untuk apa memanjakan lidah tapi menyengsarakan hidup (dan bahkan anak-anak) kita?? Tapi jangan khawatir, masak tanpa MSG bukan berarti masakan kita jadi ga sedap kok. Tinggal kita akali aja dengan menambahkan garam, gula, dan bawang putih secukupnya-disamping penambahan bumbu-bumbu dapur lainnya tentunya. Dijamin suami dan anak-anak tetap “ketagihan” sama masakan kita! (Duuuh, Amin…^_^)


(dari berbagai sumber)

Friday, June 12, 2009

Kurma dan Khasiatnya




Buah kurma adalah makanan yang sangat baik, diandalkan sejak zaman para Nabi. Di dalam AL Qur’an, kurma disebut sebanyak 24 kali, antara lain dalam surat Maryam ayat 25-26, yaitu ketika Maryam akan melahirkan putranya Nabiyulloh ‘Isa ‘Alayhis Salam. Alloh memerintahkan beliau untuk menggoyangkan pohon kurma yang menjadi sandarannya kemudian beliau diperintahkan untuk memakan buah kurma yang jatuh di dekatnya, maka sejak saat itu buah kurma menjadi makanan terbaik dan obat yang sangat mujarab bagi ibu hamil dan pasca melahirkan dari zaman ke zaman.


Ibnu Umar meriwayatkan hadits dari Rosululloh Shallallohu ‘Alayhi Wasallam: “Ada jenis pohon yang berkahnya seperti berkah seorang muslim, yaitu pohon kurma”.


Komentar para ulama dan ahli kedokteran tentang buah kurma:

  1. DR. Jabbar An Nuaimi dan DR. Al-A’mir Abbas Ja’far.

“Kurma mengandung sejenis unsure pengikat rahim yangdapat membantu mencegah pendarahan seusai melahirkan”.

“Kurma merupakan bahan dasar dari obat baru yang dikenal dengan diostolen, zat ini sangat penting untuk mengatasi reumatik dan beberapa jenis penyakit mata”.

  1. Al Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah Rohimahulloh

“Kurma berkhasiat memperkuat lever, memperlancar buang air, menambah semangat, dan mengobati tenggorokan kering”.

  1. Syekh Robi’ Al Qutsaim

“Para wanita yang bersalin tidak memiliki sesuatu yang lebih baik bagi mereka selain kurma masak”.

  1. Amru bin Maimun

“Bila seorang wanita kesulita melahirkan, tidak ada yang lebih baik daripada kurma masak, baik yang basah maupun yang kering”.


PERANAN KURMA PADA WANITA HAMIL, MELAHIRKAN, NIFAS, DAN MENYUSUI


Dalam kurma terdapat hormon yang mirip dengan hormon oksitosin (hormoe yang dihasilkan neurohipofisa, bekerja untuk merangsang kontraksi otot polos dinding rahim selama coitus dan melahirkan) yang membantu proses kelahiran. Caranya hormon oksitosin tersebut menyatu dengan reseptornya memulai kontraksi otot yang teratur, secara bertahap, sehingga menyebabkan perluasan leher rahim, dari situ akan terjadi proses kelahiran.


Setelah persalinan, hormone oksitosin juga bermanfaat untuk mengeringkan rahim dan meningkatkan kontraksi otot-ototnya yang terajut satu sama lain seperti jaring. Serat otot-otot yang terjaring tersebut berkontraksi sedemikian rupa sehingga menyempitkan celah-celah rajutan tersebut yang diantara matanya terdapat kantong darah lembut dan mengalirkan darah, hal ini menyebabkan terhentinya pendarahan secara bertahap. Serat-serat pembuluh vena yang berada di sekitar saluran susu di payudara juga mengalami kontraksi, sehingga menjadikan derasnya air susu ketika saluran-saluran ini beserta air susu yang dikandungnya mengalami kontraksi. Dari situ terjadilah proses penyususan anak yang sempurna.


KURMA UNTUK BERBUKA PUASA


Rosululloh Shallallohu ‘Alayhi Wasallam biasa berbuka puasa dengan beberapa butir kurma sebelum shalat. Ketika orang berbuka puasa, system pencernaan mulai bekerja, perut ingin diperlakukan dengan halus dan lembut. Dalam kondisi seperti itu diperlukan sumber gula tunggal dan ganda (glukosa dan sukrosa), yaitu gula yang bias diserap oleh tubuh dengan mudah hanay dalam beberapa menit saja.


BAYI DITAHNIK(DILOLOH) DENGAN KURMA


Abu Musa Rodhiyallohu’anhu berkata, “Sorang bayi lahir, akupun membawanya kepada Nabi Shallallohu ‘Alayhi Wasallam. Beliau menamainya Ibrohim dan mentahniknya dengan sebutir kurma, memohonkan berkah baginya, lalu menyerahkannya padaku.


Pada buah kurma terdapat unsure-unsur vital yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh yang telah diberikan Alloh. Buah kurma biidznillah berperan sebagai vaksin yang akan melindungi sepanjang hidupnya.


Air liur orang tua akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka dan mengalirkan baginya fitrah Islam yang suci, sehingga bayi insya Alloh akan tumbuh dengan baik dan bersih. Bayi akan selalu merasakan manisnya iman sebagaimana manisnya kurma yang bercampur dengan air liur orang tuanya.



Adapun khasiat buah kurma lainnya baik yang sudah teruji secara empiris maupun ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan trombosit dalam darah dan mengatasi DBD,

  • Mencegah stroke,

  • Mangatasi reumatik,

  • Meningkatkan vitalitas,

  • Memelihara dari kerabunan,

  • Memperlambat penuaan tubuh,

  • Menyehatkan kulit,

  • Dll.


Dalam 100 gram buah kurma, mengandung beberapa nutrisi sebesar:

  • Karbohidrat 75 gr

  • Serat 2,4 gr

  • Protein 2,35 gr

  • Kalsium 62 mg

  • Fosfor 63 mg

  • Dsb.

Friday, May 29, 2009

Gangguan Kesehatan akibat Radiasi Elektromagnetik

Banyak kejadian seseorang mengeluh sakit kepala, pening, sukar tidur, konsentrasi terganggu, atau merasa letih tanpa tahu penyebabnya. Keluhan tersebut biasanya merupakan gejala adanya kelainan di dalam sistem atau organ tubuh, tetapi sering kali dokter pun tidak menemukan penyebab secara pasti. Tentu saja jika terpaksa diberi obat, biasanya bersifat simptomatis atau hanya meredakan gejalanya semata.

Saya selalu mengalami sukar tidur, Dok. Padahal, saat ini saya tanpa beban pikiran apa pun," keluh seorang pasien. "Mengapa saya sering migrain dan hampir setiap hari selalu merasa letih. Padahal, menurut dokter, hasil pemeriksaan laborat saya baik semua...," keluh pasien yang lain.

Apabila hal ini terjadi, salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah adanya riwayat keterpajanan (exposure) terhadap peralatan yang menimbulkan radiasi elektromagnetik. Ada kemungkinan gangguan tersebut adalah electrical sensitivity. Electrical sensitivity adalah gangguan fisiologis dengan tanda dan gejala neurologis maupun kepekaan, berupa berbagai gejala dan keluhan.

Gangguan ini umumnya disebabkan oleh radiasi elektromagnetik yang berasal dari jaringan listrik tegangan tinggi atau ekstra tinggi, peralatan elektronik di rumah, di kantor maupun industri. Termasuk telepon seluler (ponsel) maupun microwave oven, ternyata sangat potensial menimbulkan berbagai keluhan tersebut.

"Electrical sensitivity"

Sebenarnya telah lama timbul kekhawatiran pada masyarakat akan efek negatif radiasi elektromagnetik terhadap kesehatan, terutama dengan semakin berkembangnya pemanfaatan sumber radiasi nonpengion. Sumber radiasi nonpengion buatan manusia antara lain jaringan listrik tegangan tinggi maupun ekstra tinggi, laser, radar, microwave oven, ponsel, dan sebagainya. Jarang disadari bahwa risiko paling tinggi dari sumber radiasi nonpengion justru berasal dari alam, yaitu sinar ultra violet matahari

Potensi gangguan kesehatan yang timbul akibat pajanan medan elektromagnetik dapat terjadi pada berbagai sistem tubuh, antara lain: (1) sistem darah, (2) sistem reproduksi, (3) sistem saraf, (4) sistem kardiovaskular, (5) sistem endokrin, (6) psikologis, dan (7) hipersensitivitas. Sedangkan manifestasi dari hipersensitivitas dikenal pula dengan istilah electrical sensitivity, yang menggambarkan gangguan fisiologis berupa tanda dan gejala neurologis maupun kepekaan terhadap medan elektromagnetik, dengan gejala-gejala yang khas (Riedlinger, 2004).

Gejala-gejala yang menunjukkan adanya electrical sensitivity sebenarnya banyak sekali, tetapi yang khas antara lain berupa sakit kepala (headache), pening (dizziness), keletihan (fatigue). Tanda dan gejala lain yang dapat dijumpai, misalnya, jantung berdebar-debar (cardiac palpitations), gangguan tidur (sleep disturbances), gangguan konsentrasi (difficulty in concentrating), rasa mual dan gangguan pencernaan lain (nausea and digestive problems) yang tidak jelas penyebabnya, telinga berdenging (tinnitus), muka terbakar (facial burning), dan kulit meruam (rashes), kejang otot (muscle spasme), kebingungan (confusion), serta gangguan kejiwaan berupa depresi (depression) (Rea, 1991; Bergdahl, 1995; Grant, 1995).

Peran hormon melatonin

Penyebab timbulnya gejala dan berbagai keluhan tersebut sangat kompleks dan multifaktor karena dapat menyertai berbagai penyakit. Teori terbaru tentang metabolisme hormon melatonin dan pengaruhnya terhadap timbulnya berbagai gejala dan perubahan suasana hati diharapkan dapat menjelaskan mengapa pajanan medan elektromagnetik dapat menimbulkan berbagai gejala tersebut (Sandyk, 1993).

Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hanya sebagian kecil dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dapat dipacu oleh gelap dan hening serta dihambat oleh sinar yang terang maupun medan elektromagnetik (Zhdanova, 1995). Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun. Penurunan produksi hormon ini menyebabkan berbagai keluhan yang lebih banyak dialami oleh usia tua dibandingkan dengan usia muda.

Beberapa gejala yang dapat timbul berkaitan dengan hormon melatonin, antara lain, sukar tidur (insomnia), gangguan pada irama sirkadian, jet lag, serta berbagai gejala lain. Gejala-gejala tersebut berkaitan dengan perubahan metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Gejala-gejala tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang (Dollins, 1994).

Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Cahaya maupun pajanan medan elektromagnetik dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan.

Upaya pencegahan

Electrical sensitivity merupakan salah satu penyakit lingkungan. Bagaimana pun penyakit lingkungan yang diderita oleh manusia bukan semata-mata berasal dari radiasi elektromagnetik semata.

Banyak polutan yang berupa gas buang dari kendaraan bermotor, industri, maupun aktivitas manusia yang lain berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Jadi, sulit memprediksi apakah berbagai keluhan yang timbul itu semata-mata hanya berasal dari radiasi elektromagnetik.

Meskipun demikian, di samping tetap memerhatikan prosedur tetap penggunaan berbagai peralatan yang berisiko menimbulkan radiasi elektromagnetik, ada beberapa hal yang dapat memperkecil risiko gangguan kesehatan, antara lain:

* Dalam menggunakan peralatan elektronik apa pun, misalnya komputer, televisi, dan hair dryer, sebaiknya dengan membuat jarak sejauh mungkin dari sumber pajanan, sedangkan waktu kontak diusahakan seminimal mungkin.

* Meskipun microwave oven hanya memerlukan waktu sangat pendek untuk memanaskan makanan, dalam prosesnya jangan ditunggu apalagi dalam jarak sangat dekat. Alat ini menghasilkan energi foton yang sangat besar dan berisiko mengganggu kesehatan apabila tidak mematuhi prosedur penggunaannya. Khusus bagi ibu hamil pada tiga bulan pertama harus lebih waspada lagi.

* Kecuali microwave oven, telepon seluler juga menghasilkan energi foton yang sangat besar dan potensi radiasinya lebih besar dibandingkan dengan peralatan elektronik maupun jaringan listrik tegangan tinggi dan ekstra tinggi.

Meskipun sangat membantu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, seyogianya waktu penggunaannya dibatasi. Jangan selalu mengantonginya, terutama pada saku baju kiri, apalagi bila menggunakan alat pacu jantung.

DR ANIES MKK PKK Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro


Sumber: http://www.kompas.co.id/



Wednesday, May 13, 2009

Tentang (Flu) Babi

Siapapun yang mengaku muslim pasti tau betul akan hokum memakan hewan ini. Yups, babi telah ditandaskan secara mutlak di dalam Al Qur’an, hadits, dan kesepakatan para ulama adalah haram. Bahkan makan daging babi lebih besar dosanya daripada minum khomr (eh bukan berarti kita boleh minum khomr lho ya!).

Alloh ta’ala berfirman, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih a tas nama selain Alloh, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya…” (QS. Al Maidah:3)

Adapun hikmah dari diharamkannya babi adalah sebagai berikut:
  • Babi adalah hewan yang sangat menjijikkan, oleh karena makanan kesukaan hewan ini adalah barang-barang yang najis dan kotor.
  • Salah satu sifat babi adalah tinggi syahwat, sampai-sampai babi jantan menaiki babi betina yang sedang makan rumput bahkan sekalipun si betina telah berjalan beberapa meter akan terus ditumpanginya! Berdasarkan penelitian, manusia bias memiliki tabiat yang sama dengan hewan yang dimakannya. Oleh sebab itu babi bias memberikan pengaruh dan dampak negative dalam masalah iffah (kehormatan) dan kecemburuan bagi umat manusia. Apalagi dua hal tersebut adalah poin penting yang membuat umat Islam mulia.
  • Daging babi mengandung satu virus tunggal yang dapat mematikan dan mengandung penyakit ganas yang sulit obatnya bagi si pemakan.

Beberapa saat lalu dan mungkin masih hangat di ingatan kita akan keganasan yang diakibatkan oleh virus flu burung tipe H5N1. Betapa penduduk dunia sangat sibuk melakukan upaya mencegahan dan pengobatan serta pemberantasan virus tersebut. Nah saat ini pun kita kembali dihebohkan oleh keberadaan virus flu babi tipe H1N1. Virus ini ternyata mengandung material genetika dari flu unggas dan flu manusia. Menurut para peneliti dari WHO, babi merupakan tempat berbagai virus flu berkumpul. Baik yang menyerang babi itu sendiri, unggas, hewan lain maupun manusia.


Para peneliti dari Pusat Penyakit Tropis, CA Nidom, juga menyampaikan bahwa dalam tubuh babi-lah aneka virus tersebut bertemu dan bermutasi hingga akhirnya mengeluarkan virus baru yang mengandung material pendukungnya dengan sifat yang baru pula. Hingga saat ini hanya tubuh babi-lah yang memungkinkan bercampurnya material genetika virus flu burung terjadi karena ini memiliki perangkat biologis yang memungkinkan percampuran genetika virus terjadi. Percampuran genetika ini terjadi ketika virus ini masuk tubuh babi ke sel epitel babi melalui reseptor alfa 2,3 sialic acid dan reseptor alfa 2,6 sialic acid.


Di dalam sel babi virus ini mereplikasi dan terjadi pertukaran genetika yang terdiri dari delapan fragmen seperti HA, NA, PA, PB1, Pb2, M, NP dan NS. Fragmen-fragmen ini bisa bertukar hingga membentuk anak baru dari gen-gen virus tersebut. Bisa juga terjadi antigenic drift, yakni proses mutasi dengan material genetika “anak virus” yang lebih kompleks. Dalam kasus flu babi ini, penataan ulang gen virus ini menghasilkan struktur luar yang sama dengan induknya yakni H1N1.

Sebenarnya, tingkat keganasan virus flu babi tipe H1N1 lebih rendah dari virus flu burung bertipe H5N1 yang mencapai 80%. Namun tingkat penyebaran dan penularannya lebih tinggi terutama dari manusia satu ke manusia yang lain. Sebelum menyerang manusia virus ini sepertinya sudah tertata ulang secara rapi di dalam tubuh babi, kemudian masuk ke dalam tubuh manusia yang memakannya. Adaptasi dengan tubuh manusia terjadi pada orang yang pertama terinfeksi virus ini, yang kemudian menular ke orang dengan kecepatan tinggi.


Subhanalloh… betapa indahnya syariat Islam! Kalo saja semua manusia mau mengindahkannya, menaati Al Qur’an dan As Sunnah yang mengharamkan babi…


“Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong selain Allah." (QS. asy-Syûrâ: 30-31).



So, belum ada kata terlambat! Yuk kita kembali ke Syariat Alloh dan Sunnah Rosulillah^_^


Sumber:

  1. Indahnya Fikih Praktis Makanan, oleh Abu Ubaidah Yusuf As –Sidawi & Abu Abdillah Syahrul Fatwa. Pustaka Al Furqon

  2. www.halalmui.org/content/view/235/74/lang,id/


Monday, March 30, 2009

Candida albicans dan Keputihan

Pernah dengar nama Candida albicans? Candida albicans adalah satu dari sekian banyak jenis yeast yang namanya cukup dikenal di bidang Mikrobiologi. Yeast sendiri merupakan fungi mikroskopis bersel tunggal yang bereproduksi secara vegetatif dengan membentuk sejenis kuncup (budding). Beberapa jenis yeast, termasuk Candida albicans, memiliki sifat dimorphic. Ketika berada di alam ia akan tumbuh sebagai miselium dan ketika berada di dalam tubuh ia akan tumbuh sebagai yeast yang bereproduksi dengan membentuk budding.


Candida albicans secara alami dapat ditemukan di dalam membran mukosa mulut dan juga di dalam vagina. Keberadaannya di dalam tubuh manusia ini dikenal dengan istilah “flora normal”. Sebagai flora normal vagina, Candida albicans tidak hidup sendirian melainkan hidup bersama dengan beberapa mikroorganisme lainnya.


Lalu apa hubungannya Candida albicans dengan keputihan?

Dalam kondisi normal, kehadiran Candida albicans dalam tubuh manusia tidak menimbulkan gangguan apapun. Gangguan hanya akan muncul apabila keseimbangan populasi flora normal ini mengalami perubahan. Entah itu jumlahnya meningkat dengan pesat ataupun menurun secara drastis. Perubahan keseimbangan flora normal dalam vagina dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain: 


Penggunaan alat kontrasepsi oral. Penggunaan alat kontrasepsi oral ini dapat menyebabkan perubahan kondisi hormonal yang pada akhirnya akan mempengaruhi derajat keasaman (pH) vagina. Adanya perubahan pH ini akan mempengaruhi keseimbangan flora normal yang ada di dalamnya.


Mengkonsumsi antibiotik (dari golongan tetracycline) secara berlebihan akan mengganggu keseimbangan flora normal vagina dan berakibat lebih jauh akan meningkatkan pertumbuhanCandida albicans.


Terlalu sering membasuh vagina dengan cairan pembersih vagina juga akan mematikan flora normal tertentu dalam vagina, sehingga komposisi flora normal menjadi tidak seimbang.


Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat dan penggunaan pembalut yang terlalu sering akan mengurangi aerasi di daerah vagina, sehingga akan meningkatkan suhu dan kelembaban di sana. Kondisi semacam ini memungkinkan yeast untuk berkembang biak dengan pesat.



Adanya perubahan keseimbangan flora normal dalam vagina tersebut akan mengakibatkan munculnya gangguan yang biasa disebut keputihan. Keputihan yang disebabkan oleh Candida albicans dikenal dengan nama “vulvovaginal candidiasis”. Gejala umum yang biasa muncul adalah rasa gatal yang teramat sangat pada vagina bagian luar, labia mayora (bibir vagina) menjadi kemerahan dan terkadang bengkak, keluar cairan vagina berwarna putih serupa keju berbau jamur.


Meskipun “vulvovaginal candidiasis” ini dapat diobati, ada baiknya kalau kita melakukan pencegahan agar tak dihinggapi gangguan yang satu ini. Caranya?


Jagalah kebersihan vagina dan sekitarnya, tapi usahakan untuk tidak terlalu sering menggunakan cairan pembasuh vagina.


Setiap selesai buang air sebaiknya membasuh vagina dari arah depan ke belakang (dari vagina ke anus).


Hindari penggunaan celana dalam yang ketat ataupun berbahan nylon, lebih baik gunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat.


Jangan malas untuk mengganti pembalut sesering mungkin di saat menstruasi.



Apabila “vulvovaginal candidiasis” terlanjur menghampiri, segeralah berobat ke Spesialis Kulit dan Kelamin. Biasanya Dokter akan memberikan obat antifungi berbentuk cream untuk dioleskan atau berbentuk supositoria untuk dimasukkan ke dalam vagina ataupun berupa obat per oral (untuk diminum).


Sapporo 19012005, S. Gilangtresna


Referensi :

Cole, G. T. 1996. Basic Biology of Fungi. In Medical Microbiology4th edition, Baron, S. (eds). The University of Texas Medical Branch at Galveston, Texas. 


Marrazzo, J. 2003. Vulvovaginal candidiasis. British Medical Journal. Vol. 326 : p 993-994


Mc. Ginnis, M. R. and Tyring, S. K. 1996. General Concept of Mycology. In Medical Microbiology 4th edition, Baron, S. (eds). The University of Texas Medical Branch at Galveston, Texas


Walsh, T. J. and Dixon, D. M. 1996. Spectrum of Mycoses. In Medical Microbiology4th, Baron, S. (eds). The University of Texas Medical Branch at Galveston, Texas.



Sumber: www.kafemuslimah.com